Buku Cerita : Serimpi
<p>
Penulis : Rohana Handaningrum<br>
ISBN : 978-602-8567-28-2<br>
Jumlah Halaman : ii + 138
</p>
<p>
Penulis : Rohana Handaningrum<br>
ISBN : 978-602-8567-28-2<br>
Jumlah Halaman : ii + 138
</p>
Penulis : Aries Adenata
ISBN : 978-979-1490-26-9
Jumlah Halaman : x + 250
Novel ini adalah novel 'fakta'. Adalah bentuk lain sebuah reportase dalam kisah rekaan. Data yang cukup lengkap dan research in field yang dilakukan oleh penulis menjadikan 'Candikala' tidak hanya hadir sebagai novel realis yang kuat namun juga menguak du
-salah satu penulis Indonesia Barattar
Penulis : Aries Adenata
ISBN : 978-979-1490-26-9
Jumlah Halaman : x + 250
Novel ini adalah novel 'fakta'. Adalah bentuk lain sebuah reportase dalam kisah rekaan. Data yang cukup lengkap dan research in field yang dilakukan oleh penulis menjadikan 'Candikala' tidak hanya hadir sebagai novel realis yang kuat namun juga menguak du
-salah satu penulis Indonesia Barattar
<table>
<colgroup></colgroup>
<tbody>
<tr>
<td>
Penulis : Maslikah<br>
<br>
ISBN : 978-979-1490-17-7<br>
<br>
Jumlah Halaman : 202
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
"Sinopsis :
-sikap yang toleran dan menghargai pluralitas.
-ikatan sosial (social bonds) melalui kolektisitas dan kerjasama hanya berlaku di dalam kelompoknya sendiri (in group) bahkan group reference (referensi kelompok). Kondisi inilah yang akhirnya melahirkan groupthink (mode berfikir yang cenderung mengacu pad
-Hujarat ayat 13 tampaknya dapat menjadi progressive signal bagi dunia pendidikan di tanah air, dan wajib 'ain diwujudkan. Karena bagaimanapun, pendidikan Islam khususnya dan pendidikan nasioanl umumnya harus bebas dari sentimen ras, kultur dan teologi yan
<table>
<colgroup></colgroup>
<tbody>
<tr>
<td>
Penulis : Maslikah<br>
<br>
ISBN : 978-979-1490-17-7<br>
<br>
Jumlah Halaman : 202
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
"Sinopsis :
-sikap yang toleran dan menghargai pluralitas.
-ikatan sosial (social bonds) melalui kolektisitas dan kerjasama hanya berlaku di dalam kelompoknya sendiri (in group) bahkan group reference (referensi kelompok). Kondisi inilah yang akhirnya melahirkan groupthink (mode berfikir yang cenderung mengacu pad
-Hujarat ayat 13 tampaknya dapat menjadi progressive signal bagi dunia pendidikan di tanah air, dan wajib 'ain diwujudkan. Karena bagaimanapun, pendidikan Islam khususnya dan pendidikan nasioanl umumnya harus bebas dari sentimen ras, kultur dan teologi yan
<table>
<colgroup></colgroup>
<tbody>
<tr>
<td>
Penulis : Najib Sulhan<br>
<br>
ISBN : 978-602-2060-57-4<br>
<br>
Jumlah halaman : 136
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
Pendidikan Berbasis Karakter menjadi tanggung jawab bersama untuk mengatasi persoalan bangsa. Sekolah, orang tua, dan masyarakat bersinergi mengembangkan program yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Program ini menjadi keniscayaan dan perlu segera dila
-Karsa (insaniyyah), olahpikir (ilmiyyah), dan olahraga (alamiyyah). Keempat konfigurasi penanaman pendidikan karakter tersebut harus dilaksanakan dengan serius oleh seluruh pemangku kepentingan. Di sekolah dilaksanakan melalui rancangan kegiatan pembelaja
<table>
<colgroup></colgroup>
<tbody>
<tr>
<td>
Penulis : Najib Sulhan<br>
<br>
ISBN : 978-602-2060-57-4<br>
<br>
Jumlah halaman : 136
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
Pendidikan Berbasis Karakter menjadi tanggung jawab bersama untuk mengatasi persoalan bangsa. Sekolah, orang tua, dan masyarakat bersinergi mengembangkan program yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Program ini menjadi keniscayaan dan perlu segera dila
-Karsa (insaniyyah), olahpikir (ilmiyyah), dan olahraga (alamiyyah). Keempat konfigurasi penanaman pendidikan karakter tersebut harus dilaksanakan dengan serius oleh seluruh pemangku kepentingan. Di sekolah dilaksanakan melalui rancangan kegiatan pembelaja
<table>
<colgroup></colgroup>
<tbody>
<tr>
<td>
Penulis : Najib Sulhan<br>
<br>
ISBN : 978-602-8729-64-2<br>
<br>
Jumlah halaman : 212
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
Sinopsis :
-Remaja memang masa yang teramat indah. remaja menyimpan banyak obsesi. remaja penuh gejolak yang mewarnai diri. Emosi, cemburu, rasa ingin tahu, selalu muncul di usia remaja.
-Membedakan yang hak dan yang batil bukan persoalan mudah. Memang jelas antara dua persoalan itu dan jelas muaranya ke mana. Namun tanpa modal yang cukup masih banyak yang belum memahami kedua persoalan ini.
-Justru yang paling berkuasa adalah nafsu syaithoniyah. Jika ini yang bicara maka remaja akan kehilangan masa depan. Di sinilah dibutuhkan pedoman hidup yang kuat.
<table>
<colgroup></colgroup>
<tbody>
<tr>
<td>
Penulis : Najib Sulhan<br>
<br>
ISBN : 978-602-8729-64-2<br>
<br>
Jumlah halaman : 212
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
Sinopsis :
-Remaja memang masa yang teramat indah. remaja menyimpan banyak obsesi. remaja penuh gejolak yang mewarnai diri. Emosi, cemburu, rasa ingin tahu, selalu muncul di usia remaja.
-Membedakan yang hak dan yang batil bukan persoalan mudah. Memang jelas antara dua persoalan itu dan jelas muaranya ke mana. Namun tanpa modal yang cukup masih banyak yang belum memahami kedua persoalan ini.
-Justru yang paling berkuasa adalah nafsu syaithoniyah. Jika ini yang bicara maka remaja akan kehilangan masa depan. Di sinilah dibutuhkan pedoman hidup yang kuat.
<table>
<colgroup></colgroup>
<tbody>
<tr>
<td>
Penulis : Nalini Muhdi Agung<br>
<br>
ISBN : 979-3487-53-4<br>
<br>
Jumlah halaman : viii + 352
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
Testimoni :
-kejadian yang terakhir benar-benar membuatku terguncang, bingung, dan shock. Dia tidur di kamarku lagi. Tengah malam aku terbangun karena merasa ada yang meraba-raba tubuhku. Kali ini lebih jauh lagi
-G, Mahasiswa âcalonâ Gay
-justru karena backstreet itu kami jadi sering ketemu di tempat-tempat yang sepi dan tertutup. Akhirnya kami jadi keterusan keblabasan making love. Udah gitu, ternyata aku baru tahu dia sudah punya pacar lagiâ¦
<table>
<colgroup></colgroup>
<tbody>
<tr>
<td>
Penulis : Nalini Muhdi Agung<br>
<br>
ISBN : 979-3487-53-4<br>
<br>
Jumlah halaman : viii + 352
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
Testimoni :
-kejadian yang terakhir benar-benar membuatku terguncang, bingung, dan shock. Dia tidur di kamarku lagi. Tengah malam aku terbangun karena merasa ada yang meraba-raba tubuhku. Kali ini lebih jauh lagi
-G, Mahasiswa âcalonâ Gay
-justru karena backstreet itu kami jadi sering ketemu di tempat-tempat yang sepi dan tertutup. Akhirnya kami jadi keterusan keblabasan making love. Udah gitu, ternyata aku baru tahu dia sudah punya pacar lagiâ¦
<table>
<colgroup></colgroup>
<tbody>
<tr>
<td>
Penulis : Najib Sulhan<br>
<br>
ISBN : 978-602-8729-77-2<br>
<br>
Jumlah halaman : 218
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
Sinopsis :
-Guru adalah pengantar masa depan anak bangsa. Di pundak guru masa depan negara ini dibangun. Di pundak guru ada harapan untuk esok hari. Baik dan buruknya suatu negara tidak terlepas dari peranan seorang guru.
-Guru adalah aktor, terkadang berperan sebagai pendidik, terkadang sebagai sahabat bagi anak, terkadang pula menjadi orang tua. Sebagai pendidik guru senantiasa membimbing langkah setiap anak.
-Sebagai sahabat, guru mampu menjadi problem solving bagi anak. Sebagai orang tua, guru senantiasa memberikan nasehat agar anak-anaknya mempu menapaki hidup dengan penuh optimis.
-Guru adalah orang yang paling sukses. Di sisi lain mampu menjalankan fungsi sebagai gardu energi positif sang Kholik.
-Yang tak kalah pentingnya, guru telah mengantar anak-anak menjadi orang yang sukses Ada yang menjadi dokter, pengusaha, bahkan menjadi presiden.
-Semua itu adalah sentuhan dari kasih sayang seorang guru.
<table>
<colgroup></colgroup>
<tbody>
<tr>
<td>
Penulis : Najib Sulhan<br>
<br>
ISBN : 978-602-8729-77-2<br>
<br>
Jumlah halaman : 218
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
Sinopsis :
-Guru adalah pengantar masa depan anak bangsa. Di pundak guru masa depan negara ini dibangun. Di pundak guru ada harapan untuk esok hari. Baik dan buruknya suatu negara tidak terlepas dari peranan seorang guru.
-Guru adalah aktor, terkadang berperan sebagai pendidik, terkadang sebagai sahabat bagi anak, terkadang pula menjadi orang tua. Sebagai pendidik guru senantiasa membimbing langkah setiap anak.
-Sebagai sahabat, guru mampu menjadi problem solving bagi anak. Sebagai orang tua, guru senantiasa memberikan nasehat agar anak-anaknya mempu menapaki hidup dengan penuh optimis.
-Guru adalah orang yang paling sukses. Di sisi lain mampu menjalankan fungsi sebagai gardu energi positif sang Kholik.
-Yang tak kalah pentingnya, guru telah mengantar anak-anak menjadi orang yang sukses Ada yang menjadi dokter, pengusaha, bahkan menjadi presiden.
-Semua itu adalah sentuhan dari kasih sayang seorang guru.